12 Februari 2009

The Third Night

(When You Tell Me That You Love Me)

Kulihat jam tanganku, di sana menunjuk pada 07:30 Wib. "Mas" Tiba-tiba kudengar suara menyapa disebelahku. Panggilan itu begitu 'lain' kurasakan. Sangat khas dan berkarakter. Panggilan yang dewasa dan punya wilayah makna yang kuat dalam diriku. Di balik kata itu tersimpan tumpukan sejarah yang tak bernilai harganya. Aku memcoba memahami diriku sebagai orang yang tak tahu banyak tentang 'dia'. Begitupun sebaliknya.

Hari terus meniti jam, tak terasa telah banyak momen-momen penting dilalui tanpa satu keinginan untuk bertemu. Anehnya, pertemuan terus terjadi, seakan-akan pertemuan itu adalah kodrat Tuhan dan petanda bagi cinta yang telah ditakdirkan. Cinta yang demikian suci dan melebur dalam jiwa. Dalam ketermenunganku aku berbisik, "kapan aku akan menceritakan ini padanya?"

Entah mengapa, setiap waktu aku rindu sekali mendengarkan lagunya Diana Ross dengan When You Tell Me that You Love Me nya. Sepertinya lagu itu adalah diriku sendiri yang berubah menjadi kata-kata dan senandung rindu bagi pujaan yang bertahta di singgahsana keindahan dan kedamaian. Sejak aku berkeingin itu, sudah berapa kali aku dengar lagu itu dan tiada bosan-bosannya aku menikmati dan terus menikmati.

Mungkin kamu ingat ketika lagu ini berkata : "Everything You was far/Nothing is without me … and When You tell Me that You Love Me… .. dan waktu telah menjadi saksi bahwa ketiadaanmu tanpa diriku telah membuat aku bersedih dan cemburu pada waktu yang senantiasa menemanimu dalam setiap desahan nafas dan gerak tubuhmu. Aku ingin menjadi waktu, seperti dia telah menemanimu dalam siang, dalam malam. Aku ingin menjadi ruang, seperti dia telah memberimu tempat berteduh dan menempatkanmu dalam mimpi yang indah. Segumpal keinginan tak mungkin memuaskanku ketika kerinduan itu telah menjemputku dalam perjalanan panjang, gelap berliku. Aku menderita, aku sengsara… tapi aku tak jera melakukannya. Penderitaan dan kesengsaraan yang kau ciptakan adalah kenikmatan dan kebahagiaan yang tak dapat diberikan oleh bentuk materi modernisme.

When You Tell Me that You Love Me, adalah ungkapan terdalam dari kegelisahan yang paling sempurna tentang cinta yang menjelma menjadi lagu kerindungan dan irama yang indah. Aku bercerita dan kaupun setia mendengarkan. Tiada yang disembunyikan, tiada yang digelapkan semua terang menderang laksana matahari, bulan dan bintang-gemintang. Sebuah kejujuran adalah awal yang baik untuk niat yang baik pula. Tanpa kejujuran tak mungkin dunia ini tercipta. Tanpa kejujuran tak mungkin ada surga, dan tanpa kejujuran mengapa kita bersama?

I wanna change the World, only for you …. Semua bisa saja terjadi, ketika kamu melekat dalam pori-pori tubuhku. Dunia hanya metaforfosis dari keinginan yang mengumpal dalam hati. Dan keinginan itu akan menjadi kekuatan yanga dahsyat ketika ia dilampiri oleh tenaga dalam cinta yang mendorongnya menjadi perubahan. Aku, memang, diciptakan berbeda dengan jenis kelamin, warna kulit, status sosial, dan banyak lagi… Tapi aku tak ingin perbedaan itu menjadi logika primitif yang mementingkan dirinya sendiri, egoisme, dan ataupun apa namanya. Yang kutahu sekarang adalah ketika Cinta menempati ruang di mana semua pemahaman dan pengetahuan tak sanggup meleburnya menjadi hanya sesederhana perbedaan itu. Love is beyond being. Kata terakhir yang ingin aku sampaikan, "tetaplah menjadi bintang di langit" bintang yang kelihatan kecil dan indah tapi eksistensi dirinya yang luar biasa tak pernah dikenal orang. Hanya satu yang tahu yaitu AKU.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar