18 Februari 2009

Pokok Bahasan I

Bismillahirrahmanirrahiem

APA ITU FILSAFAT ?

1. Encyclopedia Britannica

".... is derived from the composite Greek noun Philosophia
means "the love of persuit wisdom".

2. Encyclopedia of Philosophy

"The Greek word sophia is ordinary translated as 'wisdom', and the compound philosophia, from which philosophy derives, is translated as 'the love of wisdom'"

3. The Grolier Dictionary

Philosophy: Inquiry into the nature of things based on logical reasoning rather than empirical methods

4. Louis Kattsoff, Elements of Philosophy

  • Filsafat adalah berpikir secara kritis.
  • Filsafat adalah berpikir dalam bentuk sistematis.
  • Filsafat harus menghasilkan sesuatu yang runtut.
  • Filsafat adalah berpikir secara rasional.
  • Filsafat harus bersifat komprehensif.

5. Bertrand Russel

Philosophy: The attempt to answer ultimate question critically

6. William James, Encyclopedia of Philosophy

Philosophy: A collective name for question which have not been answered to the satisfaction of all that have asked them

7. Sokrates

Tugas Filsafat adalah bukan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam kehidupan, melainkan mempersoalkan jawaban yang diberikan.

JADI …..

Filsafat adalah suatu ilmu, meskipun bukan ilmu keahlian biasa, yang berusaha menyelidiki hakikat segala sesuatu untuk memperoleh kebenaran.

Atau Filsafat disebut sebagai: suatu usaha untuk berpikir yang radikal dan menyeluruh, suatu cara berpikir yang mengupas sesuatu sedalam-dalamnya.


OBJEK PEMBAHASAN FILSAFAT

Obyek yang dipikirkan oleh filosof adalah segala yang ada dan yang mungkin ada. Jadi luas sekali.

Ada 2 Objek bahasan filsafat :

  1. Objek Materia: segala yang ada dan mungkin ada.
  2. Objek Forma : yaitu sifat penyelidikan. Obyek forma filsafat adalah penyelidikan yang mendalam. Maksudnya, ingin tahunya filsafat adalah ingin tahu bagian dalamnya. Yaitu sesuatu yang melebihi dunia empiris.

Ilustrasi

… Apa itu hujan?

Mata melihat, hujan adalah air yang turun dari langit. Ini pengetahuan Sains.

… Mengapa air itu turun?

Para ilmuwan menyelidiki bahwa hujan itu adalah air yang menguap, berkumpul di atas, lalu turun, dan itulah yang disebut hujan. Ini Sains.

… Mengapa air laut, air danau, air sumur itu menguap?

Menurut sains karena adanya pemanasan. Ini masih Sains.

… Mengapa di Indonesia banyak hujan sementara di padang pasir sedikit?

Karena di Indonesia banyak gunung, di padang pasir tidak. Ini masih Sains.

… Akan tetapi mengapa di Indonesia banyak gunung, di padang pasir tidak?

Sains tidak dapat menjawab karena tidak dapat diteliti lagi secara empiris.

Filosof berpikir. Ia menemukan: itu kebetulan;

kebetulan saja di Indonesia banyak gunung, di padang pasir tidak.

… Apa itu kebetulan?

Kebetulan ialah salah satu bentuk hukum Alam.

… Apa itu hukum alam?

Hukum alam ialah hukum kehendak alam kata sebagian, hukum kehendak Tuhan kata sebagian yang lain.

Mulai dari kata kebetulan, sampai kehendak Tuhan di akhir ini, itu adalah pengetahuan filsafat. Jawaban-jawaban itu semua hanya berdasarkan pemikiran logis, tanpa dukungan fakta empiris. Berpikir tanpa dukungan data seperti ini sering juga disebut berpikir spekulatif; inilah filsafat.


METODE FILSAFAT

Istilah metode berasal dari kata Yunani methodeuõyang berarti "mengikuti jejak atau mengusut, menyelidiki dan meneliti"

Dalam hubungannya dengan upaya ilmiah, metode berarti "cara kerja yang teratur dan sistematis yang digunakan untuk memahami suatu obyek yang dipermasalahkan"

  1. Meieutik Dialektis Kritis Induktif

    Metode ini adalah metode Sokrates. Landasan metode ini adalah bahwa setiap manusia itu memiliki pengetahuan objektif yang diperolehnya sejak dalam kandungan (pra-eksistensinya). Untuk mengungkapkan pengetahuan itu diperlukan suatu dialektika (proses tanya-jawab; dialog) yang memungkinkan seseorang mendapatkan pengetahuan tersebut. Caranya dengan meminjam teknik meietik (kebidanan), dengan mengajak orang berbincang-bincang. Dan akhirnya ditemukan kebenaran secara universal.

  2. Deduktif Spekulatif Transendental

    Metode ini dikembangkan oleh Plato. Inti dan dasar seluruh filsafat Plato ialah ajaran tentang ide-ide. Plato percaya bahwa ide yang tertangkap oleh pikiran lebih nyata ketimbang obyek-obyek material yang terlihat oleh mata. Karena itu, hanya ide yang merupakan realitas yang sesungguhnya dan abadi. Apa yang disebut pengetahuan sebenarnya hanya merupakan ingatan terhadap apa yang telah diketahuinya di dunia ide. Jelas dunia ide itu berada di luar pengalaman manusia di dunia, mengatasi realitas yang tampak, dan keberadaannya terlepas dari dunia indrawi. Karena itu, sistem pemikiran Plato bersifat transendental. Karena itu pula, secara menyeluruh dapat dikatakan bahwa metode filsafat plato adalah metode deduktif spekulatif transendental.

  3. Silogisme Deduktif

    Metode ini dikemukakan oleh Aristoteles. Logika adalah salah satu karya filsafat besar yang dihasilkan oleh Aristoteles. Inti logika adalah silogisme. Dan silogisme merupakan suatu alat dan mekanisme penalaran untuk menarik konklusi yang benar berdasarkan premis-premis yang benar. Itulah sebabnya mengapa metode Aristoteles disebut metode silogisme deduktif. Berikut ini contoh silogisme:

    Semua Manusia akan Mati (Umum/Universal)

    Si Ahmad adalah Manusia (Khusus/Partikular)

    Si Ahmad akan Mati (Konklusi)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar